101. Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, Maka
tidaklah Mengapa kamu men-qashar[343] sembahyang(mu), jika kamu takut diserang
orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata
bagimu.
102. Dan apabila kamu berada di tengah-tengah
mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, Maka
hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang
senjata, Kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah
menyempurnakan serakaat)[344], Maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu
(untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum
bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu[345]], dan hendaklah
mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. orang-orang kafir ingin supaya
kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu
dengan sekaligus. dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika
kamu mendapat sesuatu kesusahan Karena hujan atau Karena kamu memang sakit; dan
siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah Telah menyediakan azab yang menghinakan
bagi orang-orang kafir itu[346].
103. Maka apabila kamu Telah menyelesaikan
shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu
berbaring. Kemudian apabila kamu Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu
(sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan
waktunya atas orang-orang yang beriman.
104. Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar
mereka (musuhmu). jika kamu menderita kesakitan, Maka Sesungguhnya merekapun
menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu
mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. dan adalah Allah Maha
mengetahui lagi Maha Bijaksana.
105. Sesungguhnya kami Telah menurunkan Kitab
kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan
apa yang Telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang
(orang yang tidak bersalah), Karena (membela) orang-orang yang khianat[347],
106. Dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
107. Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela)
orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa,
108. Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi
mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada
suatu malam mereka menetapkan Keputusan rahasia yang Allah tidak redlai. dan
adalah Allah Maha meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.
109. Beginilah kamu, kamu sekalian adalah
orang-orang yang berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini.
Maka siapakah yang akan mendebat Allah untuk (membela) mereka pada hari kiamat?
atau siapakah yang menjadi pelindung mereka (terhadap siksa Allah)?
110. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan
dan menganiaya dirinya, Kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia
mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
111. Barangsiapa yang mengerjakan dosa, Maka
Sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri. dan Allah
Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.
112. Dan barangsiapa yang mengerjakan kesalahan
atau dosa, Kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah, Maka
Sesungguhnya ia Telah berbuat suatu kebohongan dan dosa yang nyata.
113. Sekiranya bukan Karena karunia Allah dan
rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk
menyesatkanmu. tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan
mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu. dan (juga karena) Allah
Telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan Telah mengajarkan kepadamu apa
yang belum kamu ketahui. dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.
114. Tidak ada kebaikan pada kebanyakan
bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh
(manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di
antara manusia. dan barangsiapa yang berbuat demikian Karena mencari keredhaan
Allah, Maka kelak kami memberi kepadanya pahala yang besar.
115. Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah
jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin,
kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang Telah dikuasainya itu[348] dan
kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat
kembali.
116. Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa
mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain
syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang mempersekutukan
(sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia Telah tersesat sejauh-jauhnya.
117. Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak
lain hanyalah berhala[349], dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak
lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka,
118. Yang dila'nati Allah dan syaitan itu
mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau
bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya)[350],
119. Dan Aku benar-benar akan menyesatkan mereka,
dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka
(memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar
memotongnya[351], dan akan Aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu
benar-benar mereka meubahnya[352]". barangsiapa yang menjadikan syaitan
menjadi pelindung selain Allah, Maka Sesungguhnya ia menderita kerugian yang
nyata.
120. Syaitan itu memberikan janji-janji kepada
mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu
tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.
121. Mereka itu tempatnya Jahannam dan mereka
tidak memperoleh tempat lari dari padanya.
122. Orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amalan saleh, kelak akan kami masukkan ke dalam surga yang mengalir
sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah Telah
membuat suatu janji yang benar. dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari
pada Allah ?
123. (Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut
angan-anganmu yang kosong[353] dan tidak (pula) menurut angan-angan ahli Kitab.
barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan
kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya
selain dari Allah.
124. Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh,
baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, Maka mereka itu
masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.
125. Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari
pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun
mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? dan Allah
mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.
126. Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan
apa yang di bumi, dan adalah (pengetahuan) Allah Maha meliputi segala sesuatu.
127. Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang para
wanita. Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang
dibacakan kepadamu dalam Al Quran[354] (juga memfatwakan) tentang para wanita
yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa[355] yang ditetapkan untuk
mereka, sedang kamu ingin mengawini mereka[356] dan tentang anak-anak yang
masih dipandang lemah. dan (Allah menyuruh kamu) supaya kamu mengurus anak-anak
yatim secara adil. dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan, Maka Sesungguhnya
Allah adalah Maha mengetahuinya.
128. Dan jika seorang wanita khawatir akan
nusyuz[357] atau sikap tidak acuh dari suaminya, Maka tidak Mengapa bagi
keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya[358], dan perdamaian itu
lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir[359]. dan
jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari
nusyuz dan sikap tak acuh), Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui apa
yang kamu kerjakan.
129. Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku
adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian,
Karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga
kamu biarkan yang lain terkatung-katung. dan jika kamu mengadakan perbaikan dan
memelihara diri (dari kecurangan), Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang.
130. Jika keduanya bercerai, Maka Allah akan
memberi kecukupan kepada masing-masingnya dari limpahan karunia-Nya. dan adalah
Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Bijaksana.
131. Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit
dan yang di bumi, dan sungguh kami Telah memerintahkan kepada orang-orang yang
diberi Kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah.
tetapi jika kamu kafir Maka (ketahuilah), Sesungguhnya apa yang di langit dan
apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah[360] dan Allah Maha Kaya dan Maha
Terpuji.
132. Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit
dan apa yang di bumi. cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
133. Jika Allah menghendaki, niscaya dia musnahkan
kamu Wahai manusia, dan dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu). dan
adalah Allah Maha Kuasa berbuat demikian.
134. Barangsiapa yang menghendaki pahala di dunia
saja (maka ia merugi), Karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. dan
Allah Maha mendengar lagi Maha Melihat.
135. Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu
orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi Karena Allah biarpun
terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. jika ia[361] Kaya
ataupun miskin, Maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu
mengikuti hawa nafsu Karena ingin menyimpang dari kebenaran. dan jika kamu
memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, Maka Sesungguhnya Allah
adalah Maha mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.
136. Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah
beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada Kitab yang Allah turunkan kepada
rasul-Nya serta Kitab yang Allah turunkan sebelumnya. barangsiapa yang kafir
kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari
Kemudian, Maka Sesungguhnya orang itu Telah sesat sejauh-jauhnya.
137. Sesungguhnya orang-orang yang beriman
Kemudian kafir, Kemudian beriman (pula), kamudian kafir lagi, Kemudian
bertambah kekafirannya[362], Maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan
kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.
138. Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa
mereka akan mendapat siksaan yang pedih,
139. (yaitu) orang-orang yang mengambil
orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang
mukmin. apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka
Sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.
140. Dan sungguh Allah Telah menurunkan kekuatan
kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah
diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), Maka janganlah kamu
duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena
Sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka.
Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang
kafir di dalam Jahannam,
141. (yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu
(peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika
terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata: "Bukankah kami (turut
berperang) beserta kamu ?" dan jika orang-orang kafir mendapat
keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: "Bukankah kami turut
memenangkanmu[363], dan membela kamu dari orang-orang mukmin?" Maka Allah
akan memberi Keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali
tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang
yang beriman.
142. Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu
Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka[364]. dan apabila mereka berdiri
untuk shalat mereka berdiri dengan malas. mereka bermaksud riya[365] (dengan
shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit
sekali[366]. [0]
143. Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang
demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan Ini (orang-orang
beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir)[367], Maka
kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.
144. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
mengambil orang-orang kafir menjadi wali[368] dengan meninggalkan orang-orang
mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk
menyiksamu) ?
145. Sesungguhnya orang-orang munafik itu
(ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu
sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.
146. Kecuali orang-orang yang Taubat dan
mengadakan perbaikan[369] dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus
ikhlas (mengerjakan) agama mereka Karena Allah. Maka mereka itu adalah
bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada
orang-orang yang beriman pahala yang besar.
147. Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu
bersyukur dan beriman ? dan Allah adalah Maha Mensyukuri[370] lagi Maha
Mengetahui.
148. Allah tidak menyukai Ucapan buruk[371], (yang
diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya[372]. Allah
adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.
149. Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau
menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), Maka Sesungguhnya
Allah Maha Pema'af lagi Maha Kuasa.
150. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada
Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan[373] antara (keimanan
kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada
yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta
bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang
demikian (iman atau kafir),
151. Merekalah orang-orang yang kafir
sebenar-benarnya. kami Telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu
siksaan yang menghinakan.
152. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan
para rasul-Nya dan tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka, kelak
Allah akan memberikan kepada mereka pahalanya. dan adalah Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.
153. Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu
menurunkan kepada mereka sebuah Kitab dari langit. Maka Sesungguhnya mereka
Telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. mereka berkata:
"Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata". Maka mereka disambar
petir Karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi[374], sesudah datang
kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu kami ma'afkan (mereka) dari yang
demikian. dan Telah kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata.
154. Dan Telah kami angkat ke atas (kepala) mereka
bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang Telah kami ambil dari) mereka.
dan kami perintahkan kepada mereka: "Masuklah pintu gerbang itu sambil
bersujud[375]", dan kami perintahkan (pula) kepada mereka: "Janganlah
kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu[376]", dan kami Telah
mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh.
155. Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa
tindakan)[377], disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan Karena
kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh
nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: "Hati kami tertutup."
Bahkan, Sebenarnya Allah Telah mengunci mati hati mereka Karena kekafirannya,
Karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka.
156. Dan Karena kekafiran mereka (terhadap Isa)
dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina),
157. Dan Karena Ucapan mereka: "Sesungguhnya
kami Telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah[378]", padahal
mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka
bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya
orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam
keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. mereka tidak mempunyai keyakinan
tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak
(pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.
158. Tetapi (yang sebenarnya), Allah Telah
mengangkat Isa kepada-Nya[379]. dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana.
159. Tidak ada seorangpun dari ahli kitab, kecuali
akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya[380]. dan di hari kiamat nanti
Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.
160. Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi,
kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan
bagi mereka, dan Karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah,
161. Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal
Sesungguhnya mereka Telah dilarang daripadanya, dan Karena mereka memakan harta
benda orang dengan jalan yang batil. kami Telah menyediakan untuk orang-orang
yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih.
162. Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di
antara mereka dan orang-orang mukmin, mereka beriman kepada apa yang Telah
diturunkan kepadamu (Al Quran), dan apa yang Telah diturunkan sebelummu dan
orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada
Allah dan hari kemudian. orang-orang Itulah yang akan kami berikan kepada
mereka pahala yang besar.
163. Sesungguhnya kami Telah memberikan wahyu
kepadamu sebagaimana kami Telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang
kemudiannya, dan kami Telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il,
Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. dan kami
berikan Zabur kepada Daud.
164. Dan (Kami Telah mengutus) rasul-rasul yang
sungguh Telah kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul
yang tidak kami kisahkan tentang mereka kepadamu. dan Allah Telah berbicara
kepada Musa dengan langsung[381].
165. (mereka kami utus) selaku rasul-rasul pembawa
berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia
membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. dan adalah Allah Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana.
166. (mereka tidak mau mengakui yang diturunkan
kepadamu itu), tetapi Allah mengakui Al Quran yang diturunkan-Nya kepadamu.
Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi
(pula). cukuplah Allah yang mengakuinya.
167. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan
menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, benar-benar Telah sesat
sejauh-jauhnya.
168. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan
melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan
tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka,
169. Kecuali jalan ke neraka jahannam; mereka
kekal di dalamnya selama-lamanya. dan yang demikian itu adalah mudah bagi
Allah.
170. Wahai manusia, Sesungguhnya Telah datang
Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, Maka
berimanlah kamu, Itulah yang lebih baik bagimu. dan jika kamu kafir, (maka
kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) Karena Sesungguhnya apa yang di
langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah[382]. dan adalah Allah Maha
mengetahui lagi Maha Bijaksana.
171. Wahai ahli kitab, janganlah kamu melampaui
batas dalam agamamu[383], dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali
yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah
dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya[384] yang disampaikan-Nya kepada Maryam,
dan (dengan tiupan) roh dari-Nya[385]. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan
rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga",
berhentilah (dari Ucapan itu). (itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah
Tuhan yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit
dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. cukuplah Allah menjadi Pemelihara.
172. Al masih sekali-kali tidak enggan menjadi
hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat
(kepada Allah)[386]. barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya, dan
menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.
173. Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat
amal saleh, Maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk
mereka sebagian dari karunia-Nya. adapun orang-orang yang enggan dan
menyombongkan diri, Maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih,
dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong
selain dari pada Allah.
174. Hai manusia, Sesungguhnya Telah datang
kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan Telah
kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran).
175. Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah
dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke
dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. dan menunjuki
mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.
176. Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang
kalalah)[387]. Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah
(yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai
saudara perempuan, Maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta
yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta
saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan
itu dua orang, Maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh
yang meninggal. dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) Saudara-saudara
laki dan perempuan, Maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian
dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya
kamu tidak sesat. dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
[343] menurut pendapat Jumhur arti qashar di sini
ialah: sembahyang yang empat rakaat dijadikan dua rakaat. Mengqashar di sini
ada kalanya dengan mengurangi jumlah rakaat dari 4 menjadi 2, yaitu di waktu
bepergian dalam keadaan aman dan ada kalanya dengan meringankan rukun-rukun
dari yang 2 rakaat itu, yaitu di waktu dalam perjalanan dalam keadaan khauf.
dan ada kalanya lagi meringankan rukun-rukun yang 4 rakaat dalam keadaan khauf
di waktu hadhar.
[344] menurut Jumhur Mufassirin bila Telah selesai
serakaat, Maka diselesaikan satu rakaat lagi sendiri, dan nabi duduk menunggu
golongan yang kedua.
[345] yaitu rakaat yang pertama, sedang rakaat yang
kedua mereka selesaikan sendiri pula dan mereka mengakhiri sembahyang mereka
bersama-sama nabi.
[346] cara sembahyang khauf seperti tersebut pada
ayat 102 Ini dilakukan dalam keadaan yang masih mungkin mengerjakannya, bila
keadaan tidak memungkinkan untuk mengerjakannya, Maka sembahyang itu dikerjakan
sedapat-dapatnya, walaupun dengan mengucapkan tasbih saja.
[347] ayat Ini dan beberapa ayat berikutnya
diturunkan berhubungan dengan pencurian yang dilakukan Thu'mah dan ia
menyembunyikan barang curian itu di rumah seorang Yahudi. Thu'mah tidak
mengakui perbuatannya itu malah menuduh bahwa yang mencuri barang itu orang
Yahudi. hal Ini diajukan oleh kerabat-kerabat Thu'mah kepada nabi s.a.w. dan
mereka meminta agar nabi membela Thu'mah dan menghukum orang-orang Yahudi,
kendatipun mereka tahu bahwa yang mencuri barang itu ialah Thu'mah, nabi
sendiri hampir-hampir membenarkan tuduhan Thu'mah dan kerabatnya itu terhadap
orang Yahudi.
[348] Allah biarkan mereka bergelimang dalam
kesesatan.
[349] Asal makna Inaatsan ialah wanita-wanita.
patung-patung berhala yang disembah Arab Jahiliyah itu Biasanya diberi nama
dengan nama-nama perempuan sebagai Laata, Al Uzza dan Manah. dapat juga berarti
di sini orang-orang mati, benda-benda yang tidak berjenis dan benda-benda yang
lemah.
[350] pada tiap-tiap manusia ada persediaan untuk
baik dan ada persediaan untuk jahat, syaitan akan mempergunakan persediaan
untuk jahat untuk mencelakakan manusia.
[351] menurut kepercayaan Arab jahiliyah,
binatang-binatang yang akan dipersembahkan kepada patung-patung berhala,
haruslah dipotong telinganya lebih dahulu, dan binatang yang seperti Ini tidak
boleh dikendarai dan tidak dipergunakan lagi, serta harus dilepaskan saja.
[352] meubah ciptaan Allah dapat berarti, mengubah
yang diciptakan Allah seperti mengebiri binatang. ada yang mengartikannya
dengan meubah agama Allah.
[353] Mu di sini ada yang mengartikan dengan kaum
muslimin dan ada pula yang mengartikan kaum musyrikin. maksudnya ialah pahala
di akhirat bukanlah menuruti angan-angan dan cita-cita mereka, tetapi sesuai
dengan ketentuan-ketentuan agama.
[354] lihat surat An Nisaa' ayat 2 dan 3
[355] maksudnya ialah: pusaka dan maskawin.
[356] menurut adat Arab Jahiliyah seorang wali
berkuasa atas wanita yatim yang dalam asuhannya dan berkuasa akan hartanya.
jika wanita yatim itu cantik dikawini dan diambil hartanya. jika wanita itu
buruk rupanya, dihalanginya kawin dengan laki-laki yang lain supaya dia tetap
dapat menguasai hartanya. kebiasaan di atas dilarang melakukannya oleh ayat
ini.
[357] Nusyuz: yaitu meninggalkan kewajiban bersuami
isteri. nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin
suaminya. nusyuz dari pihak suami ialah bersikap keras terhadap isterinya;
tidak mau menggaulinya dan tidak mau memberikan haknya.
[358] seperti isteri bersedia beberapa haknya
dikurangi Asal suaminya mau baik kembali.
[359] Maksudnya: tabi'at manusia itu tidak mau
melepaskan sebahagian haknya kepada orang lain dengan seikhlas hatinya,
kendatipun demikian jika isteri melepaskan sebahagian hak-haknya, Maka boleh
suami menerimanya.
[360] Maksudnya: kekafiran kamu itu tidak akan
mendatangkan kemudharatan sedikitpun kepada Allah, Karena Allah tidak
berkehendak kepadamu.
[361] Maksudnya: orang yang tergugat atau yang
terdakwa.
[362] Maksudnya: di samping kekafirannya, ia
merendahkan Islam pula.
[363] yaitu dengan jalan membukakan rahasia-rahasia
orang mukmin dan menyampaikan hal ihwal mereka kepada orang-orang kafir atau
kalau mereka berperang di pihak orang mukmin mereka berperang dengan tidak
sepenuh hati.
[364] Maksudnya: Alah membiarkan mereka dalam
pengakuan beriman, sebab itu mereka dilayani sebagai melayani para mukmin.
dalam pada itu Allah Telah menyediakan neraka buat mereka sebagai pembalasan
tipuan mereka itu.
[365] riya ialah: melakukan sesuatu amal tidak
untuk keridhaan Allah tetapi untuk mencari pujian atau popularitas di
masyarakat.
[366] Maksudnya: mereka sembahyang hanyalah
sekali-sekali saja, yaitu bila mereka berada di hadapan orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar